Oleh: Dr. Ahmad Rivauzi, MA
Kedatangan Islam ke Nusantara, berdasarkan riwayat-riwayat yang dikemukakan historiografi, bahwa Islam datang ke Nusantara berasal dari Arabia pada abad pertama Hijri atau pada abad ke 7 Masehi. Para ilmuan telah menyepakati ini pada seminar yang diselenggarakan pada 1969. Azra menulis, teori ini mematahkan teori-teori yang menyebutkan Islam datang ke Nusantara berasal dari India dan Gujarat pada abad ke-12 atau 13 Masehi. [1]
Kedatangan Islam yang langsung dari Arabia, sebagaimana diungkap Marrison membantah teori sejumlah sarjana Belanda, yang memegang keyakinan bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari anak benua India dan Gujarat. Bantahan Marrison ini didasarkan kepada fakta, bahwa pada sa’at Islamisasi Samudera Pasai, yang raja pertamanya yang wafat pada 698/1297, Gujarat masih merupakan kerajaan Hindu. Barulah 1 tahun sesudahnya Cambay, Gujarat ditaklukkan kekuasaan Muslim. Dalam pandangannya, para pedagang Arab yang dominan dalam perdagangan Barat-Timur pada abad pertama Hijri atau abad 7 Masehi, juga menyebarkan Islam pada setiap daerah yang disinggahinya yang di antaranya adalah Nusantara.[2]
Teori Islam yang datang langsung Arabia juga dipegang oleh Crawfurd, serta Niemann dan de Hollander dengan sedikit merevisi pendapat Kejzer yang mengatakan Islam Nusantara datang dari Mesir dengan alasan kesamaan mazhab fiqih. Niemann dan Hollander berpandangan dan menegaskan bahwa Islam Nusantara bukan datang dari Mesir, akan tetapi dari Hadhramawt. Teori ini juga dikuatkan oleh Naquib al-Attas.[3]
Berdasarkan pandangan para sejarawan di atas, dapat disimpulkan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara adalah pada abad 7 M / 1 H yang langsung datang dari Arabia, sedangkan konversi besar-besaran penduduk Nusantara berlangsung pada abad 13 M. Sebagaimana dijelaskan oleh Azra, A.H Johns mengemukakan dengan mempertimbangkan kecilnya kemungkinan bahwa para pedagang memainkan pengaruh besar dalam penyebaran Islam, ia mengajukan bahwa para sufi pengembaralah yang terutama melakukan penyebaran Islam dan berpengaruh besar terhadap Islamisasi besar-besaran penduduk Nusantara. Faktor utama keberhasilan para sufi ini adalah kemampuan para sufi menampilkan Islam dalam kemasan yang atraktif, khususnya dengan menekankan kesesuaian dengan Islam atau kontiniutas, ketimbang perubahan dalam kepercayaan dan praktek keagamaan lokal secara radikal. [4]
Alasan yang dipakai Johns adalah banyaknya ditemukan sumber-sumber lokal yang mengaitkan pengenalan Islam ke kawasan ini dengan guru-guru pengembara dengan karakteristik sufi yang kental. Karakteristik mereka secara rinci adalah, “ Mereka adalah para penyiar (Islam) pengembara yang berkelana di seluruh dunia yang mereka kenal, yang secara sukarela hidup dalam kemiskinan; mereka sering berkaitan dengan kelompok-kelompok dagang atau kerajinan tangan , sesuai dengan tarekat yang mereka anut; mereka mengajarkan teosofi sinkretik yang kompleks, yang umumnya dikenal baik orang-orang Indonesia, yang mereka tempatkan ke bawah (ajaran Islam), (atau) yang merupakan pengembangan dari dogma-dogma pokok Islam; mereka menguasai ilmu magis, dan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan; mereka siap memelihara kontiniutas dengan masa silam, dan menggunakan istilah-istilah dan unsur-unsur kebudayaan pra Islam dalam konteks Islam”. Johns menguatkan hujjahnya bahwa tarekat sufi tidak menjadi ciri dominan dalam perkembangan dunia Muslim sampai jatuhnya Bagdad ke tangan lascar Mongolia pada 656/1257. Sebagimana juga Gibb yang mencatat bahwa setelah kejatuhan Bagdad, kaum sufi memainkan peranan kian penting dalam memelihara keutuhan dunia Muslim dengan menghadapi tantangan kecenderungan pengepingan kawasan-kawasan kekhalifahan ke dalam wilayah-wilayah linguistic Arab, Persia, dan Turki. Adalah pada masa ini tarekat sufi secara bertahap menjadi intitusi yang stabil dan disiplin, dan mengembangkan afiliasi dengan kelompok-kelompok dagang dan kerajinan tangan (thawa’if) , yang turut membentuk masyarakat urban. Lebih awal perkiraan ini, Bulliet menyatakan bahwa pada abad ke 10 dan 11ketika Bagdad mengalami kemerosotan, tokoh-tokoh sufi banyak melakukan perpindahan dan pengembaraan ke berbagai wilayah yang ia kenal. Hal inilah yang diistilahkannya dengan kebangkitan para ulama akan kesadaran mereka tentan krusialnya peran mereka dalam menyebarkan dan memelihara keutuhan pengaruh Islam.[5]
Hodgson menyebutkan telah terjadinya internasionalisasi “universalisasi” Islam Sunni pada pada abad ke 11. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ulama Sunni Bagdad bagian barat yang melakukan pengembaraan. Lebih mencolok katanya, di Persia dalam periode yang sama, Persia kehilangan banyak ulama Sunni. Inilah yang menyebabkan bertumbuhnya Syi’ah di Persia. Migrasi ini ikut ambil andil besar dalam proses konversi besar penduduk yang mendiami anak benua India dan Eropah Timur dan Tenggara dan Nusantara pada abad 10 dan akhir abad 13.[6]
Dalam konteks Minangkabau, kedatangan Islam diperkirakan oleh para sejarawan juga sudah berlangsung mulai pada abad ke 7 M. Kedatangan ini melalui jalur timur sumatera atau Minangkabau Timur yang terhubung dengan selat Malaka. Sementara melalui jalur pantai barat sejarawan baru memperkirakan pada abad 16/17 M walaupun dibantah oleh beberapa ahli karena tidak sesuai dengan beberapa fakta yang diungkap oleh temuan penelitian para sejarawan.
Teori jalur timur didasarkan kepada intensifnya jalur perdagangan melalui sungai-sungai yang mengalir dari gugusan bukit barisan ke selat Malaka yang dilayari oleh para pedagang termasuk pedagang Arab untuk mendapatkan komoditi lada dan emas. Intensifnya jalur dagang ini malah dipandang sudah berlangsung berabad-abad bahkan sebelum kelahiran agama Islam. Pelayaran ke selat Malaka ditempuh melalui lembah Sinamar di sekitar Buo dan Sumpur Kudus, melintasi Silukah, Durian Gadang menuju sungai Indragiri atau melintasi Padang Sarai yang terletak di jalur anak sungai Kampar Kiri. [7] Perebutan monopoli perdagangan lada antara kekhalifahan Umayyah dan Dinasti T’ang mendorong pedagang-pedagang Muslim untuk mengambil langsung komoditi lada dari wilayah Minangkabau Timur.[8] Kesimpulan masuknya Islam ke Minangkabu pada abad ke 7 M ini juga lahir pada seminar masuknya Islam ke Minangkabau yang diadakan di Padang pada tahun 1969.[9] Sumber lain menyebutkan Pada tahun 100 Hijriyah (718 Masehi) Maharaja Sriwijaya bernama Sri Indrawarman mengirimkan sepucuk surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Umayyah, yang berisi permintaan kepada Khalifah untuk mengirimkan ulama yang dapat menjelaskan ajaran dan hukum Islam kepadanya. Dalam surat itu tertulis:
" Dari Raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja, yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja, yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah, yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil. Kepada Raja Arab yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah. Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya kepadaku.". (Surat Maharaja Sriwijaya, Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz)[10].
Sumber di atas menggambarkan bahwa hubungan diplomatik Nusantara dengan Dinasti Umayyah sudah terjalin mulai dari abad ke 8 M atau bahkan sudah mulai dari abad ke 7 M.
Sebagaimana ditulis Mas’ud Abidin, awal abad ke-7 M atau abad I Hijriah rantau timur Minangkabau telah menerima dakwah Islam. Bahkan J.C. van Vanleur dalam bukunya Indonesian Trade & Socety (1955) menyatakan bahwa pada permulaan tahun 674 Pantai Barat Sumatera telah dihuni koloni Arab. [11]
Sedangkan asumsi masuknya Islam ke Minangkanau melalui pesisir barat didasari oleh intensifnya kegiatan perdagangan pantai barat Sumatera pada abad 16/ 17 M sebagai akibat dari kejatuhan Malaka ke tangan Portugis. Pada masa ini pengarug kekuasaan Aceh Darussalam (pelanjut kekuasaan Samdera Pasai) sangat besar. Intensifnya perkembangan Islam pada masa inilah dinilai oleh beberapa kajian peneliti dijadikan sebagai dasar kajian masuknya Islam ke Minangkabau yang sering dihubungkan dengan Syekh Burhanuddin Ulakan ( 1066 H/ 1646 M – 1111 H/ 1691 M ) yang merupakan murid Syekh Abdurrauf Singkel. Burhanuddin Ulakan lakan belajar di Aceh kepada Abdurrauf selama 10 tahun. [12]
Syekh Burhanuddin Ulakan meninggal + dalam usia 45 tahun dan dipandang sebagai penggagas pendidikan dengan menjadikan Surau sebagai model dan sentralya. Dalam konteks peranan Burhanuddin Ulakan sebagai pembawa agama Islam ke Minangkabau ini, melalui fakta-fakta sejarah telah dibantah oleh Mahmud Yunus. Pertama, Mahmud Yunus mengemukakan alasan bahwa sebelum belajar di Aceh kepada Abdurrauf Singkel, Burhanuddin telah terlebih dahulu belajar di kampung halamannya kepada beberapa orang guru. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sudah berkembang sebelum Burhanuddin. Fakta kedua menjelaskan bahwa ada tiga muballig Minangkabau yaitu Datuk ri Bandang, Datuk Patimang, dan Datuk ri Tiro pergi menyiarkan Islam ke Sulawesi pada tahun 1603 M yang pada saat itu Burhanuddin belum lahir. Fakta ini menunjukkan bahwa Islam sudah berkembang di Mingkabau sebelum Burhanuddin. Berdasarkan ini, Mahmud Yunus berkesimpulan bahwa Burhanuddin Ulakan bukanlah pembawa Islam pertama ke Minangkabau, namun diakuinya bahwa Burhanuddin adalah orang yang pertama mendirikan lembaga pendidikan Surau secara teratur dan tersistem sebagaimana mengikuti pola dan sistem pendidikan gurunya Abdurrauf Singkel di Aceh.[13]
Ketiga, Mahmud Yunus juga mengungkapkan tentang adanya tokoh Burhanuddin di Kuntu Kampar Kiri yang wafat pada tahun 610 H/ 1191 M yang dipandang jauh lebih awal dari pada Burhanuddin Ulakan. Menurut Mahmud Yunus, Burhanuddin Kuntu mula-mula mengajar di Batu Hampar dan menetap di sana selama 10 tahun, kemudian pindah ke Kumpulan (dekat Bonjol) dan mentap selama 5 tahun, dari Kumpulan beliau pergi ke Ulakan Pariaman dan mengajar selama 15 tahun, sampai akhirnya pergi ke Kuntu Kampar dan mengajar selama 20 tahun sampai beliau meninggal pada tahun 1191 M dan dimakamkan di Kuntu.[14] Peranan Burhanuddin Kuntu ini dalam islamisasi kerajaan Pagaruyung juga diungkap oleh Imam Maulana Abdul Manaf dalam Kitab Muballigul Islam sebagaimana dikutip Irhash Shamad.[15]
[1] Azra, Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, (Bandung: Penerbit Mizan, Cet II, 1994)
[2] Azra, ibid., Untuk menguatkan pendapatnya, Azra mengutip tulisan T.W. Arnold, The Preaching of Islam: A. History of the Propagation of the Muslim Faith, ( London: Constable, 1913)
[3] Sebagaimana dijelaskan oleh Azra, al-Attas beralasan bahwa adanya impor batu Nissan dari Gujarat ini lebih didasarkan karena dekatnya jarak geografir kedua daerah ini lebih dekat ketimbang Arabia. Lihat Azra,
[4]. Lihat Azra, Ibid., dan A.H. Johns, “Sufism as a category in Indonesion Literature and History:, JSEAH, 2, II, 1961 Lihat pula H.A.R Gibb, ´An Interpretation of Islamic History II”, MW,45,II, 1955, h. 130 dan R.W. Bulliet, “Conversion to Islam and the Emergence of a muslim Society in Iran”, dalam Levtzion (penj), Conversion to Islam
[5] Ibid
[6] Lihat Azra, op.cit.,h. 35-36, dan M.G.S. Hodgson, The Venture of Islam, II Chicago: University of Chicago Press, 1974, h. 1-368.
[7] Irhash A. Shamad dan Danil M. Chaniago, Islam dan Praksis Kultural Masyarakat Minangkabau, (Jakarta: Tintamas, 2007),
[8] Mansoer, dkk., Sejarah Minangkabau, (Jakarta: Bhratara, 1970), h. 44-45
[9] Seminar diselenggarakan atas kerjasama Center for Minangkabau Studies, LKAAM dan BKPUI di IAIN Imam Bonjol Padang yang dihadiri oleh 268 peserta. Peserta yang hadir di antaranya Hamka, Zakiyah Darajat, Mukti Ali, Sidi Gazalba, Ibrahim Buchari, Amura, M.O Parlindungan, Alfian, Zuber Usman, Muhammad Rajab, MD. Mansoer, dll. Lihat Irhash A. Shamad , op cit., h. 26
[10] Azyumardi Azra, Islam in the Indonesian world: an account of institutional formation. Mizan Pustaka. 2006.
[11] Ketika itu Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang telah menyebarkan agama Hindu ke Nusantara dari abad ke-7 hingga ke-13 M. Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing, dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang. Di abad ke-7 ini, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaituMalayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Masuknya Islam pada masa itu menimbulkan persaingan perdagangan sekaligus pengaruh untuk mengembangkan agama masing-masing. Sebagaimana pernah terjadi persaingan sengit antara angkatan Laut Sriwijaya dengan pedagang Islam di Malaka. Pedagang muslim Arab dan Parsi akhirnya menuju pesisir timur dan barat Sumatera. Kemudian akibat ‘perkawinan politik’ antara saudagar Islam dengan putri kerajaan setempat, maka terbentuklah kerajaan Islam Perlak dengan sultan pertamanya Syekh Maulana Abdul Aziz Syah yang menganut Islam Syiah (840 M-888/913 M). Namun akhirnya di Perlak juga berkembang aliran Sunni. Sriwijaya kembali menyerang Perlak namun kemudian dimenangkan oleh Perlak. Setelah itu Perlak dipimpin oleh seorang Sunni yaitu Sultan Makhudum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan berdaulat (1006 M). Sriwijaya kemudian berhadapan dengan Kerajaan Darma Wangsa di Pulau Jawa, setelah itu dengan Majapahit, dan Majapahit menang sejak tahun 1477 M. Seluruh Pantai Timur Minang jatuh ke tangan Majapahit sampai akhirnya Majapahit lemah setelah raja Hayam Wuruk meninggal. Semenjak itu pula kerajaan Pagarruyung diperintah oleh Adityawarman. Sementara itu tahun 1400 Malaka dan Samudera Pasai, masing-masingnya menjadi kota dagang dan kerajaan Islam. Pengaruh Islam berkembang sampai ke Pantai Barat Minang. Akan tetapi, dinamika perkembangan dakwah Islamiyah agak lamban di sana, sebab sering terjadi pertentangan mazhab Syiah dengan Sunni di Aceh dan masalah perebutan Selat Malaka. Kemudian rantau Alam Minang sudah mulai didominasi pemeluk Islam. Sementara Yang Dipertuan Adityawarman masih memeluk Budha. Baca, Mas’ud Abidin, Piagam Sumpah Sati Bukik Marapalam, http://www.pandaisikek.net/ , (Download tgl. 30 September 2012).
[12] Irhash A. Shamad, ibid.,
[13] Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: Mutiara, 1979) cet. II.,
[14] Sebagai peninggalan Burhanuddin Kuntu, didapati sampai sekarang sebuah stempel dari tembaga dengan tulisan Arab, sebelah pedang, sebuah kitab yang bernama Fathul Wahab karangan Abi Yahya Zakaria Anshari. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Ibid.,. Pada sumber lain juga dijelaskan bahwa Burhanuddin Kuntu sebagaimana hasil penelitian Darusman yang dikutip Irhash Shamad diceritakan bahwa Burhanuddin Kuntu sering mengunjungi pemuka massyarakat untuk kepentingan dakwahnya. Diceritakan juga, mula-mula Burhanuddin Kuntu menetap di rumah seorang pemuka masyarakat yang bergelar Datuk Makhudum. lihat Irhash A. Shamad, Islam dan Praksis Kultural Masyarakat Minangkabau, op cit., Baca juga, Darusman, Syekh Burhanuddin dan Pengembangan Islam di Kuntu Kampar Kiri Abad XIII, (Skripsi), (Padang: Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab IAIN IB Padang, 1994),
[15] Irhash Shamad, Islam.
Wednesday, March 16, 2016
Friday, December 25, 2015
Monday, December 7, 2015
Syi'ah: Hubungannya dengan bangsa Farsi (Iran)
Tulisan ini adalah berkenaan dengan perkaitan antara Syiah dengan bangsa Farsi (Iran). Al-Maqrizi (al-Maqrizi: al-Khutat, juz 1, ms. 362) pernah berkata : "Bangsa Parsi dahulunya mempunyai kerajaan yang luas dan kekuasaan yang tinggi; mereka memandang bangsa Arab sebagai suatu bangsa yang tidak bertamadun.
Akan tetapi setelah kerajaan Parsi itu jatuh ke tangan bangsa Arab, berubahlah pandangan mereka. Mereka mengalami penderitaan perasaan yang berat dan berlipat-ganda. Mereka tidak sanggup melakukan konfrontasi fizikal. Oleh itu mereka beralih kepada tipudaya yang licik. Maka beberapa orang di antara mereka berpura-pura memeluk Islam.
Mereka berusaha merangkul pengikut-pengikut Syi'ah dengan cara memperlihatkan kecintaan mereka terhadap keluarga Nabi (Ahlulbait), dan mencela kezaliman-kezaliman yang dilakukan terhadap Saidinah Ali. Sesudah itu mereka menggunakan bermacam-macam cara terhadap kaum Syi'ah ini, hingga akhirnya mereka dapat mengeluarkan golongan tersebut dari jalan yang benar.
Ibnu Abdi-Rabbih meriwayatkan ucapan daripada as-Sya'bi: "Kaum Rafidhah (alIqdul Farid, juz 4, ms. 303) adalah Yahudinya ummat ini. Mereka membenci Islam seperti orang-orang Yahudi membenci Agama Nasrani. Mereka memasuki Islam bukanlah kerana keinginan hati mereka dan bukan pula kerana rasa takut kepada Tuhan, melainkan hanyalah untuk mencelakakan dan membinasakan ummat Islam.Saidinah Ali pernah membakar mereka dan membuang mereka ke negeri-negeri lain. Bencana kaum Rafidhah ini sama dengan bencana orang-orang Yahudi. Kalau orang-orang Yahudi berkata: "Raja hanyalah dari keluarga Daud," maka kaum Rafidhah pun berkata: "Raja hanyalah dari keluarga Ali bin Abu Talib."
Kalau orang-orang-orang Yahudi berkata: "Tidak ada kewajiban untuk berjihad fi sabilillah, kecuali kalau al-Masih al-Muntazar sudah keluar," maka kaum Rafidhah pun berkata: "Tidak ada kewajiban berjihad fi sabilillah, kecuali kalau al-Mahdi al-Muntazar sudah keluar." Kalau orang-orang Yahudi menghalalkan darah setiap orang Islam, maka Rafidhah pun demikian pula.
Dan kalau orang-orang Yahudi telah mengubah-ubah Kitab Taurat, maka orang-orang Rafidhah tidak sanggup mengubah nas-nas al-Quran, kerana itu mereka lantas mengadakan penafsiran yang dinamakan "penafsiran secara batin," dan mereka ubah makna-makna al-Quran itu. (alIqdul Farid, juz 4, ms. 409-410).
Ustaz Ahmad Amin (Ahmad Amin: Fajrul Islam, ms.276-277) berkata: "Sebenarnya, menjadi Syi'ah itu adalah merupakan tempat perlindungan bagi orang-orang yang ingin menghancurkan Islam disebabkan kerana rasa permusuhan atau kedengkian dan juga orang-orang yang ingin memasukkan ajaran-ajaran nenek-moyang mereka ke dalam ajaran-ajaran Islam, baik dari ajaran agama Yahudi, Nasrani, Zoroastrianism (Majusi) dan Hindu.
Begitu pula orang-orang yang ingin memerdekakan negeri mereka dan memberontak terhadap kekuasaan Islam. Mereka ini semuanya berkedok sebagai orang-orang yang menyintai "Ahlulbait" untuk menyembunyikan maksud-maksud jahat mereka.
Ajaran-ajaran Agama Yahudi telah timbul dalam kepercayaan Syi'ah dengan adanya pendapat tentang "raj'ah". Ini kerana kaum Syi'ah berkata: "Api neraka diharamkan atas penganut Syi'ah, kecuali hanya sebentar saja." Pendapat ini sesuai dengan kepercayaan orang-orang Yahudi yang mengatakan: "Api neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali hanya beberapa hari saja."
Ajaran agama Nasrani pun muncul pula dalam kepercayaan Syi'ah, ternyata dalam ucapan segolongan mereka: "Nisbahnya Imam kepada Tuhan adalah sama dengan nisbahnya al-Masih kepada-Nya." Mereka juga berkata: "Lahut dan Nasut (ketuhan-an dan Kemanusiaan) telah bersatu dalam peribadi Imam. Kena-bian dan kerasulan tidaklah terputus selama-lamanya. Orang yang telah bersatu dengan Lahut adalah Nabi."
Begitu pula ajaran-ajaran agama Brahma, ajaran-ajaran ahli-ahli falsafah dan Agama Majusi sebelum Islam, telah muncul pula dalam karangan Syi'ah; misalnya kepercayaan tentang reinkarnasi, pertubuhan Tuhan, serta bertempatnya roh Tuhan pada diri seseorang dan kepercayaan-kepercayaan lainnya yang terkenal dalam agama-agama tersebut."
Nota. Rafidhah adalah salah satu sebutan yang dipakaikan kepada kaum Syi'ah. Kata orang, Zaid bin Ali yang mula-mula menyebut kaum Syi'ah itu dengan Rafidhah, lantaran mereka itu menolak untuk membantunya. Pendapat lain mengatakan, mereka itu dinamakan Rafidhah ialah kerana mereka menolak kekhilafahan Abu Bakar dan Umar. Adapun orang-orang yang mengutamakan Ali daripada Usman, akan tetapi mengakui kekhilafahan Abu Bakar dan Umar, mereka inilah yang disebut Syi'ah. (Lihat al-Iqdul Farid, juz 4, ms.404).
Sunday, December 6, 2015
Misteri Peribadi Para Khalifah Bani Umaiyah
Pandangan ahlisejarah, terutama dari
golongan kaum Muslimin sendiri, terhadap kemurahan-hati, cinta-damai dan
kelapangan-dada yang telah dikenal pada peribadi pahlawan-pahlawan seumpama
Mu'a-wiyah, Abdul Malik, al-Walid dan Umar bin Abdul Aziz. Begitu pula, perlu
dingatkan bahawa usaha-usaha penyebaran Islam yang telah dilaksanakan mereka
dengan baik, baik sebagai penakluk-penakluk, guru-guru atau mubaligh-mubaligh.
Tiga orang pertama yang tersebut di atas itu telah berjasa untuk memanjangkan
bendera Islam di berbagai daerah, sehingga ia berkibar dengan megahnya di
daerah yang demikian luasnya, menaungi berjuta-juta, bahkan beratus-ratus juta
umat manusia. Sedangkan yang keempat, iaitu Umar bin Abdul Aziz, dengan
sifat-sifat keutamaan dan cinta-damai yang dimilikinya, telah berhasil menarik
mereka yang berjuta-juta masuk ke dalam Agama Islam. Atau katakanlah, bahawa
mereka dengan keinsafan sendiri telah menggabungkan diri kepada Agama Islam
yang telah mencipta Khalifah-Khalifah yang jarang tolok bandingannya itu.
Memang benar bahawa daerah Andalusia yang telah ditaklukkan Bani Umaiyah
kemudiannya terlepas dari tangan kaum Muslimin, tetapi hal ini tidaklah terjadi
pada masa pemerintahan Bani Umaiyah itu. Yang bertanggungjawab atas hilangnya
daerah itu adalah mereka yang memegang pemerintahan berikutnya.
Inilah sinar terang yang
kita gunakan untuk memulai perbahasan ini, yang kita maksudkan untuk
membenarkan yang benar, dan untuk mengingatkannya kepada orang-orang yang belum
menginsafinya selama ini. Iaitu mereka yang hanya melakukan perbahasan-perbahasan
menurut aliran yang telah digariskan orang-orang lain yang terdahulu, tanpa
memikirkan benar atau tidaknya, tanpa adanya kesedaran fikiran untuk
meletakkan sesuatu pada tempatnya yang benar. Dan kita pada masa ini, dalam
kehidupan keislaman kita sangatlah memerlukan suatu pemerintahan Bani Umaiyah,
yang akan dapat mewujudkan kembali "Persatuan Alam Islami" dan
menggalang kekuatan yang maha-dahsyat yang dulunya pernah menggentarkan
kerajaan-kerajaan yang terbesar di masa itu. Dan selanjutnya kita meneruskan perbahasan kita ini di bawah sinar terang yang tersebut di atas itu, tanpa
menaruh rasa permusuhan terhadap Bani Umaiyah dan tidak pula bertindak sebagai
pembela-pembela mereka, tetapi adalah sebagai orang yang berusaha mencari yang
benar, walau bagaimanapun juga banyaknya kesulitan-kesulitan yang kita hadapi
untuk mencapai tujuan itu. Dan apabila nanti kita menemukan sesuatu yang benar
maka dengan gembira akan kita cantumkan, tanpa menoleh lagi kepada yang
lainnya.
Apa-apa yang kita
sebutkan dalam kata pendahuluan ini, menyebabkan kita harus mengeritik dengan tuntas terhadap kritikan Nicolson dalam bukunya A Literacy of
the Arab, (ms. 139) bahawa
"kaum Muslimin menganggap kemenangan Bani Umaiyah di bawah
pimpinan Mu'awiyah itu sebagai kemenangan Aristokratis-Wasaniyah yang telah
memerangi Rasulullah dan para sahabatnya, dan yang telah ditumpas oleh
Rasulullah dalam perjuangan yang memakan waktu yang lama, sampai mereka
bertekuk-lutut di bawah kekuasaannya".
Kita sungguh tidak
mengerti, kaum Muslimin manakah yang dimaksudkan oleh Nicolson ini. Adapun yang
dituturkan dengan tegas oleh sejarah ialah, bahawa dalam masa pertarungan antara Ali dan Mu'awiyah, kekuatan
Mu'awiyah semakin hari semakin bertambah kokoh, dan sebaliknya, pihak Ali
semakin lemah. Dan banyak di antara tokoh-tokoh kaum Muslimin datang berpihak
kepada Mu'awiyah dan memberi sokongan kepadanya, setelah mereka saksikan
kemenangan Mu'awiyah semakin nyata, sedang dalam kalangan pengikut-pengikut Ali
telah terjadi kekacauan dan pembangkangan terhadapnya, sehingga tidaklah menghairankan bahawa sesudah wafatnya
Ali semua kaum Muslimin telah bergabung kepada Mu'awiyah. Dan Mu'awiyah sendiri
pernah menjelaskan sebab-sebab kemenangannya itu, antara lain ialah: kerana ia
lebih akrab kepada Quraisy, dibanding dengan Ali. Dan ini adalah suatu hal yang
benar, yang cukup jelas, hampir bagi semua orang yang mengadakan penyelidikan
dalam Sejarah Islam. Mu'awiyah berkata: Ada empat macam faktor yang telah
menolong untuk mengalahkan Ali.
Pertama: Aku senantiasa
menyembunyikan rahsia, sedang Ali suka membukakan rahsianya.
Kedua: Aku mempunyai tentera yang terbaik dan amat patuh, sedang Ali mempunyai tentera yang paling jelek dan amat pembangkang.
Ketiga: Aku biarkan ia bertempur melawan pasukan Aisyah yang menunggang unta, dan
aku berkata dalam hatiku: Jika mereka dapat mengalahkan Ali, sudah barang tentu
bagiku lebih mudah untuk mengalahkan mereka, dan jika Ali dapat mengalahkan
mereka aku akan menuduhnya sebagai pembunuh mereka.
Keempat: Aku lebih dicintai oleh orang-orang Quraisy dari-pada Ali.
Pendapat dari al-Khudhari mengenai peribadi Ali bahawa ia bukanlah seorang yang disenangi oleh para pemimpin di masanya, kerana ia mengabaikan musyawarah dan ia terlalu percaya akan dirinya. Ustaz al-Khudhari menutup uraiannya dalam masalah tersebut dengan ucapannya bahawa:
"Sebab yang terutama dari
tidak-stabil-nya keadaan di masa pemerintahan Ali, ialah kerana ia terlalu
percaya kepada dirinya dan memandang hanya pendapatnya sajalah yang benar.
Jarang atau hampir tak ada dia bermusyawarah dengan orang-orang besar Quraisy
dalam urusan penting sekali-pun. Malah terhadap beberapa orang-orang besar
Quraisy itu ia terlampau keras.
Dan akhirnya al-Khudhari memberikan
suatu perbandingan antara kekerasan Khalifah Umar dan keke-rasan Ali, katanya:
“Umar memang bersikap keras, tetapi seluruh
rakyat menyokongnya dan Ali bersikap keras pula, tetapi sebahagian besar
rakyat menentangnya”.
al-Khudhari (dlm Tarikhul Umum
al-Islamiyah)
Nampaknya Nicolson mengemukakan pendapatnya
yang dangkal iaitu dengan berpegang pada kenyataan bahawa Bani Umaiyah itu sudah
terlambat masuk Agama Islam. Tetapi hal ini tidaklah dapat dijadikan ukuran
yang benar. Khalifah Umar pun lebih kemudian masuk Islamnya daripada Usman,
Saad, Talhah, dan Zubir............, tetapi tak seorang pun di antara mereka
itu dapat melebihi Umar tentang kekuatan Islamnya. Dan kaum Muslimin semuanya,
termasuk Rasulullah sendiri merasa bertambah kuat dengan masuk Islamnya Abu
Sufyan, Rasulullah pernah memberikan kehormatan yang tinggi kepada Abu Sufyan
dengan menunjuk rumahnya sebagai suatu "haram", dimana orang-orang
boleh mendapatkan keamanan dan ketenteraman.
Thursday, December 3, 2015
Khilafah Umawiyah: Kekeliruan sejarah (III)
Misteri Khilafah Bani Umawiyah
Sebagaimana yang
kita bincangkan di ruangan yang lepas, antara kesalahan khalifah-khalifah Bani
Umayyah adalah mencaci maki Saidinah Ali bin Abu Talib di masa hidup dan
sesudah kematian beliau. Jika kita boleh meninjau persoalan ini dari segi
politik, maka kita ingin menyebutkan di sini bahwa Bani Umaiyah terpaksa
melakukan tindakan-tindakan itu, untuk membelokkan rakyat umum dari pemujaan
terhadap keluarga Ali, yang semata-mata hanya berdasar kepada kedudukan
orang-orang itu sebagai "Ahlilbait" atau "Keluarga
Rasulullah", tidak lebih dari itu! Maka alasan Bani Umaiyah mencaci Ali,
dan dengan menumpahkan kepadanya segala kekurangan-kekurangan, demi untuk
menjaga keselamatan pemerintahan mereka. Umar bin Abdul Aziz, salah seorang
dari Khalifah-Khalifah besar Bani Umaiyah, pernah menjelaskan hal ini dalam
percakapannya dengan bapanya yang bernama Abdul Aziz bin Marwan. Umar berkata:
"Ayahku Abdul Aziz bin Marwan, bila berpidato
amatlah lancar dan lantang suaranya, tetapi bila ia hendak menyebut nama
Amirul-Mu'minin — Ali bin Abu Talib — dalam pidatonya, ia terpegun-pegun. Aku
tanyakan kepadanya tentang hal itu, ia menjawab: "Anakku, rupanya engkau
perhatikan keadaanku?" Aku jawab: "Ya!" Lalu ia berkata:
"Anakku, kau harus tahu, bahawa rakyat umum, seandainya mereka mengenal
Ali itu sebagaimana yang kita kenal, nescaya mereka semua akan meninggalkan
kita dan akan berpihak kepada puteranya".
Di
sini teranglah bahwa caci-maki yang dilancarkan Bani Umaiyah kepada Ali itu
hanyalah untuk "mengubati" rakyat umum. Kita percaya bahwa seorang
yang meninggalkan Mu'awiyah dan berpihak kepada Ali, dapat mengemukakan
alasan-alasan untuk membenarkan tindakan itu. Tetapi kenyataannya, rakyat umum
meninggalkan Mu'awiyah dan bergabung kepada putera Ali bukanlah kerana
kecekapan yang dimilikinya, dan bukan pula kerana keunggulannya dalam bidang
politik atau di medan perang, tapi hanya semata-mata kerana dia putera Ali!
Tidak lebih dari itu. Dan sentimen rakyat umum inilah yang mendorong Bani
Umaiyah untuk mencaci Ali dan menumpahkan segala keburukan kepadanya, walaupun
besar kemungkinan bahawa hati-nurani sendiri mengingkari perkara-perkara itu.
Yang menyebabkan
kita berusaha mencarikan alasan semacam itu untuk Mu'awiyah dalam sikapnya
mencaci Ali itu adalah kenyataan bahawa Mu'awiyah itu terkenal sebagai orang
yang lapang-hati, penyantun dan suka memberi maaf. Dan kelapangan-hatinya ini
telah terbukti pada sikapnya terhadap Amru Ibnul-As sehingga ia telah merangkul
Amru ke pihaknya. Pada hal hubungan antara Mu'awiyah dan Amru ini bukanlah
hubungan yang mesra. Begitu juga Mu'awiyah telah memperlihatkan
kelapangan-hatinya itu terhadap Ziyad bin Abihi, padahal Ziyad ini dulunya
salah seorang dari pengikut-pengikut Ali yang setia dan sangat
benci kepada Mu'awiyah. Setelah Ali meninggal, Mu'awiyah memberikan jaminan
keamanan dan pengampunan untuk Ziyad dan bahkan ia berusaha mengambil hatinya.
Selain itu Mu'awiyah juga telah menunjukkan kemurahan-hatinya kepada
al-Mughirah bin Syu'bah yang telah menjauhkan diri dari kekacauan. Begitu pula
terhadap Marwan Ibnul-Hakam yang pernah memberikan bai'ah (sumpah-setia) untuk
pengangkatan Ali menjadi Khalifah. Akhirnya begitu pula terhadap yang
lain-lainnya, seperti putera-putera Ali: Hasan dan Husain, sehingga mereka ini
tidak pernah mengalami hal-hal yang tidak baik di masa hidup Mu'awiyah dan
Mu'awiyah tidak pernah mengurangi sedikitpun jua apa-apa yang telah dijanjikannya
kepada mereka. Jadinya faktor yang mendorong Mu'awiyah melanjutkannya sikapnya
mencaci Ali itu ialah keinginannya hen-dak memperkokoh kekuasaannya dengan
mengalihkan perhatian rakyat umum dari Ali dan putera-puteranya.
Wednesday, December 2, 2015
Khilafah Umawiyah: Kekeliruan sejarah (II)
Terdapat berbagai kebaikan yang disumbangkan dari pemikiran golongan Bani Umaiyah, seperti dinas-pos, alat pencetak wang, pejabat-pejabat
arabisasi, organisasi tentera dan lain-lainnya. Begitu juga dengan kemenangan-kemenangan yang mereka lakukan dalam rangka mempertahankan dan
membela Islam, yang semuanya itu masih terang dan jelas dan dari asas-asas
lainnya yang akan kita jadikan pegangan dalam pembahasan-pembahasan
selanjutnya.
Bani Umaiyah telah dituduh sebagai "Penguasa-penguasa Arab", bukan "Penguasa-penguasa
Islam". Yang menjadi alasan mereka dalam tuduhan ini ialah bahawa Bani
Umaiyah itu telah melakukan penindasan dan penganiayaan terhadap kaum Muslimin
yang bukan bangsa Arab. Anehnya, di antara ahli-ahli-sejarah di Eropah ada pula
yang tertarik kepada pendapat tersebut; misalnya Wellhausen dari Jerman (dalam Hawting,
1989). Tetapi tuduhan itu ternyata
lemah bila kita uji dengan kritikan yang jujur dan perbahasan yang mendalam.
Keadaan yang sebenarnya ialah: bahawa bangsa Parsi — yang bukan bangsa Arab itu
— telah menggabungkan diri kepada Saidinah Ali sejak di awal permulaan persengketaan, dan mereka
memerangi pasukan-pasukan Mu'awiyah. Kemudian mereka menimbulkan banyak
kekacauan-kekacauan dan kerosakan dan mengobarkan api peperangan terhadap Bani
Umaiyah. Perbuatan mereka ini sudah tentu menimbulkan kemarahan golongan Bani Umaiyah
kepada mereka.
Maka masalah yang sebenarnya
tidaklah lebih daripada tindakan untuk mempertahankan diri dan rasa saling
membenci antara bangsa Parsi dan Bani Umaiyah. Di Syria sendiri, yang merupakan
markas dan tempat lahirnya Khilafah Umawiyah, pada masa itu banyak kaum Muslimin
yang bukan bangsa Arab. Begitu juga di Mesir dan di Afrika Utara. Tetapi mereka
ini tidak pernah mengalami kemarahan Bani Umaiyah seperti yang dialami bangsa
Parsi yang telah memulai permusuhan terhadap mereka dan senantiasa mencari-cari
jalan untuk mengobar-ngobarkan api permusuhan.
Salah satu kesalahan yang dilakukan
Bani Umaiyah ialah bahwa mereka telah mencaci Ali bin Abu Talib pada masa
hidupnya. Dan setelah ia meninggal, mereka terus juga melakukan perbuatan yang
mungkar ini (Ahmad
Shalaby, 1975; Hamka, 1961). Keadaan ini menimbulkan
pertanyaan: Mengapa Mu'awiyah tak dapat berlapang dada untuk menghentikan
caciannya terhadap musuhnya yang telah meninggal itu? Di sini kebanyakan ahli
sejarah yang tidak memihak pada mana-mana golongan berpendapat bahawa perkara ini, — walaupun dapat dianggap sebagai aib
peribadi — namun tidaklah mengurangi kebaikan Mu'awiyah (Ahmad
Shalaby, 1975), atau pahlawan-pahlawan Bani
Umaiyah lainnya dan tidak pula akan menurunkan nilai mereka sebagai
pahlawan-pahlawan perang dan ahli-ahlipolitik yang terkemuka.
Rujukan
Ahmad Shalaby. (1975). Sejarah dan Kebudayaan Islam II. Singapura:
Pustaka Nasional Pte LtD.
Hamka. (1961). Sejarah
Umat Islam. Singapura: Pustaka Nasional Pte LtD.
Hawting, G. . (1989). The
History of al-Tabari (Translated and Annotated). State University of New
York Press. Albany.
Tuesday, December 1, 2015
Khilafah Bani Umayyah (41H – 132 H): Kekeliruan Sejarah (I)
DENGAN nama Allah
yang Mahatinggi dan Mahabesar, kita mulai perbahasan tentang sejarah
Khilafah Umayyah, serta gerakan-gerakan yang berhubungan dengan
alam fikiran dan gerakan-gerakan revolusi yang terjadi pada masa itu. Kita menyedari bahawa kesukaran-kesukaran yang dihadapi oleh setiap orang yang sedang
mengadakan perbahasan tentang sejarah di zaman Bani Umayyah. Banyak faktor yang disengajakan
atau tidak telah menyebabkan merosotnya nilai sejarah Bani Umaiyah. Hampir
semua buku-buku sejarah yang ada pada masa kini sangat kurang pujian dan sanjungan terhadap sebahagian besar khalifah-khalifah
yang pernah berkuasa dalam Daulah Umayyah itu (kecuali beberapa buku yang ditulis oleh Dr Mohd Asri Zainul Abidin). Tetapi sebaliknya, dalam
kebanyakan buku-buku tersebut terdapat tuduhan-tuduhan dan kecaman-kecaman terhadap
mereka dengan panjang-lebar dan dalam buku-buku yang lain pula agak sederhana. Yang paling lunak di antaranya hanya membatasi penulisan mereka dengan sekadar
menyebutkan celaan-celaan sahaja.
Apakah
gerangan yang menyebabkan timbulnya keadaan semacam itu? Dan bagaimanakah
caranya supaya kita dapat menyingkapkan keadaan yang sebenarnya?
Jawabnya
ialah: Bani Umaiyah sering terpaksa melawan kelompok Bani Hasyim.
Mu'awiyah misalnya, terpaksa berjuang melawan Ali, dan ia telah berhasil
mencapai kemenangan. Yazid, putera Mu'awiyah, berjuang melawan Husain, putera
Ali, dan akhirnya Husain tewas. Begitu pula cucu Husain, iaitu Zaid bin Ali,
bersama puteranya yang bernama Yahya, telah tewas dalam pertempuran-pertempuran
melawan pasukan Bani Umaiyah. Tetesan darah mereka besar pengaruhnya kepada
para ahli-riwayat dan para penulis buku-buku sejarah. Ahli-ahli-riwayat dan
penulis-penulis sejarah dari golongan Syi'ah umpamanya, dengan keras menyatakan kemarahan terhadap Bani Umaiyah, dan mereka gambarkan Bani Umaiyah
itu sebagai manusia-manusia yang kasar dan buas.
Adapun ahli-ahli sejarah di luar golongan Syi'ah, tidaklah berpendapat
seperti itu. Akan tetapi mereka berusaha sedapat mungkin untuk tidak
menyinggung perasaan umum. Mereka lebih mengutamakan keselamatan diri. Sebab itu
mereka menghindari pembicaraan-pembicaraan mengenai masalah tersebut di atas,
atau kalau membicarakannya hanyalah sepintas lalu saja.
Tidak
dapat dibantah bahawa situasi akan berbeza samasekali seandainya tuduhan
memberikan perlindungan kepada pembunuh-pembunuh Khalifah Usman dan kemudian
membentuk tentera dari mereka ini, dilemparkan oleh Mu'awiyah kepada orang
lain, bukan kepada Ali. Begitu juga seandainya Yazid bin Mu'awiyah dulunya
tidak memusuhi dan menewaskan Husain bin Ali. Jadi sebenarnya masalah ini
bukanlah merupakan suatu kesalahan besar dalam sejarah. Soalnya ialah keinginan
suatu golongan untuk mengambil keuntungan dari tetesan darah Ah/ilbait
(keluarga Rasulullah) itu. Orang-orang Syi'ah atau penganjur-penganjurnya telah
menggunakan peristiwa itu sebagai senjata untuk merangsang pendapat umum
terhadap Bani Umaiyah. Di masa itu orang-orang Syi'ah ini sering menjadi
gerombolan-gerombolan yang menimbulkan huruhara dan mencetuskan
pemberontakan-pemberontakan, walaupun mereka ini sebenarnya tidak mempunyai
hubungan darah samasekali dengan Ali dan anakcucunya. Malah seringkali
orang-orang inilah yang menipu dan mengkhianati Ali dan keturunannya atau
kata-kanlah: orang-orang Syi'ah inilah sebenarnya yang telah membunuh mereka
dengan pedangnya, dan setiapkali mereka selesai membunuh, mereka pura-pura
meratapi si korban, dan menuntut bela atas kematiannya itu.
Gerombolan
pengacau yang serupa ini amatlah ditakuti dan telah menyebabkan gentarnya para
ahliriwayat sehingga mereka tidak berani meriwayatkan apa yang sebenarnya dapat
mereka riwayatkan tentang kejayaan Bani Umaiyah. Demikian pula hal-nya dengan
para penulis sejarah. Merekapun merasa takut, sehingga tidak berani menuliskan
keterangan-keterangan ahli riwayat yang telah sampai kepada mereka. Dengan demikian
hilang-lenyaplah sejarah dalam kegelapan yang ditimbulkan oleh kezaliman
orang-orang yang menamakan diri mereka Syi'ah Ahlilbait padahal mereka
itu sebenarnya merupakan musuh yang paling jahat terhadap Ahlilbait dan juga
terhadap Islam.
Sebelum
fakta-fakta sejarah itu sempat dituliskan, Daulah Umawiyah telah runtuh. Di
atas puing-puing keruntuhannya itu berdirilah Daulah Abbasiyah. Daulah
Abbasiyah telah mengikis sisa-sisa kejayaan Bani Umaiyah yang masih ada. Malah
mereka telah melakukan hal-hal yang menambah gelap dan buruknya sejarah Bani
Umaiyah itu.
Tak dapat dibantah
bahwa pada hakikatnya orang-orang Alawiyin — iaitu pengikut-pengikut Ali r.a. —
lebih banyak menderita di bawah penindasan Bani Abbas dibanding kepada penderitaan
yang mereka alami kerana tindakan-tindakan Bani Umaiyah. Akan tetapi
fakta-fakta itu tidak tercatat dengan sempurna dalam sejarah, kerana Daulah
Abbasiyah itu telah diberkati dengan umur panjang, dan di masa kekuasaan mereka
pulalah baru dimulainya pembukuan sejarah. Sebab itu, apa-apa yang ditulis oleh
ahli-ahlisejarah di masa itu terang terpengaruh oleh kekuasaan Bani Abbas.
Yazid bin Mu'awiyah telah dituduh
sebagai seorang yang bodoh dan jahat perangai. Begitu pula Yazid bin Abdul
Malik dan puteranya yang bernama al-Walid. Tetapi tanpa ragu-ragu bahawa ada
berpuluh-puluh orang di antara Khalifah-Khalifah Abbasiyin dan Fatimiyin yang
sama bodoh dan jahat perangainya juga. Dalam pada itu sejarah telah menutupi
banyak di antara keburukan-keburukan mereka. Ahli-ahli sejarah di masa itu
telah menumpahkan segala kekurangan-kekurangan tersebut kepada Bani Umaiyah
dengan cara mencari-cari ke sana-sini sebab-sebab kekurangan itu.
Kalau di sini kita tidak
mengemukakan Khalifah-Khalifah Bani Umaiyah yang dianggap sebagai orang-orang
yang lemah dan orang-orang semacam itu pada hakikatnya selalu ada dalam
tiap-tiap negara manapun jua — namun di sini kita akan menyebutkan nama
beberapa orang Khalifah Bani Umaiyah yang dapat diletakkan pada taraf yang
tertinggi, sejajar dengan nama ahli-ahli politik ulung di seluruh dunia, yang
telah muncul pada tiap-tiap masa sejarah. Tanpa ragu-ragu, kita cantumkan di
antara nama-nama itu: Mu'awiyah, Abdul Malik bin Marwan, al-Walid bin Abdul
Malik dan Umar bin Abdul Aziz, serta beberapa orang Khalifah Bani Umaiyah yang
pernah memegang kekuasaan di Andalusia. Dan tanpa ragu-ragu pula, kita dapat
menegaskan bahwa amat sedikitlah jumlah Khalifah-Khalifah Abbasiyin, Fatimiyin
dan Adarisah (Idrisyah), yang dapat menandingi Khalifah-Khalifah Bani Umaiyah
yang kita sebutkan di atas.
Yang anehnya bahawa ahli-ahli sejarah
pada zaman kita ini, baik dari golongan kaum Muslimin sendiri, ataupun dari
puak orientalis, menerima apa-apa yang ditulis oleh sejarah zaman dahulu itu
sebagai fakta-fakta yang benar. Sebab itulah pembahasan-pembahasan sejarah yang
dilakukan pada zaman moden ini kebanyakannya sangat jauh dari rasa keadilan.
Sepatutnya sejarah Bani Umaiyah ini ditinjau kembali dan diulang menulisnya.
Penulisannya harus berdasarkan kepada fakta-fakta yang benar, yang dapat dicari
dan dilihat pada bekas-bekas peradaban dan kebudayaan yang ditinggalkan oleh
Bani Umaiyah disaksikan di Damaskus (Damsyik) dan lain-lain ibukota
negara-negara Islam di Andalusia (Sepanyol).
Thursday, November 26, 2015
Khalifah Umar Abdul Aziz (99-101 H)
Zamannya adalah lembaran yang gemilang di antara lembaran-lembaran sejarah Islam. Iaitu lembaran yang menyambung kembali mata-rantai yang telah terputus dari sejarah Abu Bakar
dan Umar. Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz ini, walaupun amat pendek, namun ia merupakan suatu masa yang berdiri sendiri, mempunyai ciri-ciri sendiri dan mengandung falsafah Islam yang murni, yang tidak terpengaruh oleh aliran-aliran dan peraturan-peraturan Bani Umaivah yang disesali orang.
Umar bin Abdul Aziz dilahirkan di kota Hulwan, tidak jauh dari kota Kairo, ketika itu ayahnya yang jadi gabernor di Mesir 107 (lihat Tahzibul Asma; karya Nawawi). Tetapi Ibnu Abdil Hakam meriwavatkan bahwa Umar dilahirkan di Madinah.108. Salsilah keturunannya dari pihak ibunya, bersambung kepada Khalifah yang kedua, Umar Ibnul-Khattab. Mungkin disebabkan itu, beliau telah mewarisi daripadanya banyak sifat-sifat yang mulia dan jarang tandingannya. Bahkan di masa kecilnya beliau tinggal bersama pakcik-pakcik ibunya di Madinah. Dalam suasana yang semerbak itulah ia mempelajari bimbingan-bimbingan dan pendapat-pendapat yang sihat, dan di sana jugalah beliau membesar dengan sifat baiknya. Pendidikan yang diperolehnya dalam masa tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap sifat-sifatnya yang istimewa dan terpuji itu.
Khalifah Umar melarang sama sekali untuk mencaci-maki Ali bin Abu Talib, padahal di masa-masa yang lalu para khalifah Bani Umaiyah selalu mencaci-maki dalam pidato-pidato dan khutbah-khutbah mereka (Ahmad Shalaby, 1975).
Sebagai gantinya, Umar meletakkan di tempat cacian itu, firman Allah:
"Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, dan berbuat kebaikan, serta memberi bantuan kepada kaum kerabat; dan melarang daripada melakukan perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar serta kezaliman. Ia mengajar kamu (dengan suruhan dan laranganNya ini), supaya kamu mengambil peringatan mematuhiNya".
(an-Nahl: 90)
Oleh kerana itu, di waktu Umar bin Abdul Aziz meninggal, maka as-Syarifur-Ridha meratapinya dengan bait-bait sebagai berikut:
Umar meninggal dunia tatkala badannya meniadi kurus. kerana terlalu banyak mencurahkan tenaganya, dan terlalu mengekang nafsunya sampai hidupnya menderita.
dan Umar. Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz ini, walaupun amat pendek, namun ia merupakan suatu masa yang berdiri sendiri, mempunyai ciri-ciri sendiri dan mengandung falsafah Islam yang murni, yang tidak terpengaruh oleh aliran-aliran dan peraturan-peraturan Bani Umaivah yang disesali orang.
Umar bin Abdul Aziz dilahirkan di kota Hulwan, tidak jauh dari kota Kairo, ketika itu ayahnya yang jadi gabernor di Mesir 107 (lihat Tahzibul Asma; karya Nawawi). Tetapi Ibnu Abdil Hakam meriwavatkan bahwa Umar dilahirkan di Madinah.108. Salsilah keturunannya dari pihak ibunya, bersambung kepada Khalifah yang kedua, Umar Ibnul-Khattab. Mungkin disebabkan itu, beliau telah mewarisi daripadanya banyak sifat-sifat yang mulia dan jarang tandingannya. Bahkan di masa kecilnya beliau tinggal bersama pakcik-pakcik ibunya di Madinah. Dalam suasana yang semerbak itulah ia mempelajari bimbingan-bimbingan dan pendapat-pendapat yang sihat, dan di sana jugalah beliau membesar dengan sifat baiknya. Pendidikan yang diperolehnya dalam masa tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap sifat-sifatnya yang istimewa dan terpuji itu.
Khalifah Umar melarang sama sekali untuk mencaci-maki Ali bin Abu Talib, padahal di masa-masa yang lalu para khalifah Bani Umaiyah selalu mencaci-maki dalam pidato-pidato dan khutbah-khutbah mereka (Ahmad Shalaby, 1975).
Sebagai gantinya, Umar meletakkan di tempat cacian itu, firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
(an-Nahl: 90)
Oleh kerana itu, di waktu Umar bin Abdul Aziz meninggal, maka as-Syarifur-Ridha meratapinya dengan bait-bait sebagai berikut:
Duhai, Ibnu Abdul Aziz......
Kalaulah boleh mata menangis,
Meratapi remaja Bani Umaiyah,
Niscaya beta meratapi tuan,
Tuan berjasa melepaskan kami,
Dari bahaya perbuatan keji,
Mencaci-maki kepada Ali,
Andaiku dapat membalas jasa,
Kepada tuan kuserahkan dia. (Al-Fakri, m.s 111)
Umar meninggal dunia tatkala badannya meniadi kurus. kerana terlalu banyak mencurahkan tenaganya, dan terlalu mengekang nafsunya sampai hidupnya menderita.
Wednesday, September 2, 2015
100 Keyboard Shortcuts
More than 100 Keyboard Shortcuts must read
SHARE IT........
Keyboard Shorcuts (Microsoft Windows)
1. CTRL+C (Copy)
2. CTRL+X (Cut)
3. CTRL+V (Paste)
4. CTRL+Z (Undo)
5. DELETE (Delete)
6. SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
7. CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
8. CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
9. F2 key (Rename the selected item)
10. CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
11. CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
12. CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
13. CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
14. CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
15. CTRL+A (Select all)
16. F3 key (Search for a file or a folder)
17. ALT+ENTER (View the properties for the selected item)
18. ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
19. ALT+ENTER (Display the properties of the selected object)
20. ALT+SPACEBAR (Open the shortcut menu for the active window)
21. CTRL+F4 (Close the active document in programs that enable you to have multiple documents opensimultaneou sly)
22. ALT+TAB (Switch between the open items)
23. ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
24. F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
25. F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
26. SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
27. ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
28. CTRL+ESC (Display the Start menu)
29. ALT+Underlined letter in a menu name (Display the corresponding menu) Underlined letter in a command name on an open menu (Perform the corresponding command)
30. F10 key (Activate the menu bar in the active program)
31. RIGHT ARROW (Open the next menu to the right, or open a submenu)
32. LEFT ARROW (Open the next menu to the left, or close a submenu)
33. F5 key (Update the active window)
34. BACKSPACE (View the folder onelevel up in My Computer or Windows Explorer)
35. ESC (Cancel the current task)
36. SHIFT when you insert a CD-ROMinto the CD-ROM drive (Prevent the CD-ROM from automatically playing)
Dialog Box - Keyboard Shortcuts
1. CTRL+TAB (Move forward through the tabs)
2. CTRL+SHIFT+TAB (Move backward through the tabs)
3. TAB (Move forward through the options)
4. SHIFT+TAB (Move backward through the options)
5. ALT+Underlined letter (Perform the corresponding command or select the corresponding option)
6. ENTER (Perform the command for the active option or button)
7. SPACEBAR (Select or clear the check box if the active option is a check box)
8. Arrow keys (Select a button if the active option is a group of option buttons)
9. F1 key (Display Help)
10. F4 key (Display the items in the active list)
11. BACKSPACE (Open a folder one level up if a folder is selected in the Save As or Open dialog box)
Microsoft Natural Keyboard Shortcuts
1. Windows Logo (Display or hide the Start menu)
2. Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
3. Windows Logo+D (Display the desktop)
4. Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
5. Windows Logo+SHIFT+M (Restorethe minimized windows)
6. Windows Logo+E (Open My Computer)
7. Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
8. CTRL+Windows Logo+F (Search for computers)
9. Windows Logo+F1 (Display Windows Help)
10. Windows Logo+ L (Lock the keyboard)
11. Windows Logo+R (Open the Run dialog box)
12. Windows Logo+U (Open Utility Manager)
13. Accessibility Keyboard Shortcuts
14. Right SHIFT for eight seconds (Switch FilterKeys either on or off)
15. Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (Switch High Contrast either on or off)
16. Left ALT+left SHIFT+NUM LOCK (Switch the MouseKeys either on or off)
17. SHIFT five times (Switch the StickyKeys either on or off)
18. NUM LOCK for five seconds (Switch the ToggleKeys either on or off)
19. Windows Logo +U (Open Utility Manager)
20. Windows Explorer Keyboard Shortcuts
21. END (Display the bottom of the active window)
22. HOME (Display the top of the active window)
23. NUM LOCK+Asterisk sign (*) (Display all of the subfolders that are under the selected folder)
24. NUM LOCK+Plus sign (+) (Display the contents of the selected folder)
MMC COnsole Windows Shortcut keys
1. SHIFT+F10 (Display the Action shortcut menu for the selected item)
2. F1 key (Open the Help topic, if any, for the selected item)
3. F5 key (Update the content of all console windows)
4. CTRL+F10 (Maximize the active console window)
5. CTRL+F5 (Restore the active console window)
6. ALT+ENTER (Display the Properties dialog box, if any, for theselected item)
7. F2 key (Rename the selected item)
8. CTRL+F4 (Close the active console window. When a console has only one console window, this shortcut closes the console)
Remote Desktop Connection Navigation
1. CTRL+ALT+END (Open the Microsoft Windows NT Security dialog box)
2. ALT+PAGE UP (Switch between programs from left to right)
3. ALT+PAGE DOWN (Switch between programs from right to left)
4. ALT+INSERT (Cycle through the programs in most recently used order)
5. ALT+HOME (Display the Start menu)
6. CTRL+ALT+BREAK (Switch the client computer between a window and a full screen)
7. ALT+DELETE (Display the Windows menu)
8. CTRL+ALT+Minus sign (-) (Place a snapshot of the active window in the client on the Terminal server clipboard and provide the same functionality as pressing PRINT SCREEN on a local computer.)
9. CTRL+ALT+Plus sign (+) (Place asnapshot of the entire client window area on the Terminal server clipboardand provide the same functionality aspressing ALT+PRINT SCREEN on a local computer.)
Microsoft Internet Explorer Keyboard Shortcuts
1. CTRL+B (Open the Organize Favorites dialog box)
2. CTRL+E (Open the Search bar)
3. CTRL+F (Start the Find utility)
4. CTRL+H (Open the History bar)
5. CTRL+I (Open the Favorites bar)
6. CTRL+L (Open the Open dialog box)
7. CTRL+N (Start another instance of the browser with the same Web address)
8. CTRL+O (Open the Open dialog box,the same as CTRL+L)
9. CTRL+P (Open the Print dialog box)
10. CTRL+R (Update the current Web )
SHARE IT WITH YOUR FRIENDS
SHARE IT........
Keyboard Shorcuts (Microsoft Windows)
1. CTRL+C (Copy)
2. CTRL+X (Cut)
3. CTRL+V (Paste)
4. CTRL+Z (Undo)
5. DELETE (Delete)
6. SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
7. CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
8. CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
9. F2 key (Rename the selected item)
10. CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
11. CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
12. CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
13. CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
14. CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
15. CTRL+A (Select all)
16. F3 key (Search for a file or a folder)
17. ALT+ENTER (View the properties for the selected item)
18. ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
19. ALT+ENTER (Display the properties of the selected object)
20. ALT+SPACEBAR (Open the shortcut menu for the active window)
21. CTRL+F4 (Close the active document in programs that enable you to have multiple documents opensimultaneou sly)
22. ALT+TAB (Switch between the open items)
23. ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
24. F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
25. F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
26. SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
27. ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
28. CTRL+ESC (Display the Start menu)
29. ALT+Underlined letter in a menu name (Display the corresponding menu) Underlined letter in a command name on an open menu (Perform the corresponding command)
30. F10 key (Activate the menu bar in the active program)
31. RIGHT ARROW (Open the next menu to the right, or open a submenu)
32. LEFT ARROW (Open the next menu to the left, or close a submenu)
33. F5 key (Update the active window)
34. BACKSPACE (View the folder onelevel up in My Computer or Windows Explorer)
35. ESC (Cancel the current task)
36. SHIFT when you insert a CD-ROMinto the CD-ROM drive (Prevent the CD-ROM from automatically playing)
Dialog Box - Keyboard Shortcuts
1. CTRL+TAB (Move forward through the tabs)
2. CTRL+SHIFT+TAB (Move backward through the tabs)
3. TAB (Move forward through the options)
4. SHIFT+TAB (Move backward through the options)
5. ALT+Underlined letter (Perform the corresponding command or select the corresponding option)
6. ENTER (Perform the command for the active option or button)
7. SPACEBAR (Select or clear the check box if the active option is a check box)
8. Arrow keys (Select a button if the active option is a group of option buttons)
9. F1 key (Display Help)
10. F4 key (Display the items in the active list)
11. BACKSPACE (Open a folder one level up if a folder is selected in the Save As or Open dialog box)
Microsoft Natural Keyboard Shortcuts
1. Windows Logo (Display or hide the Start menu)
2. Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
3. Windows Logo+D (Display the desktop)
4. Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
5. Windows Logo+SHIFT+M (Restorethe minimized windows)
6. Windows Logo+E (Open My Computer)
7. Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
8. CTRL+Windows Logo+F (Search for computers)
9. Windows Logo+F1 (Display Windows Help)
10. Windows Logo+ L (Lock the keyboard)
11. Windows Logo+R (Open the Run dialog box)
12. Windows Logo+U (Open Utility Manager)
13. Accessibility Keyboard Shortcuts
14. Right SHIFT for eight seconds (Switch FilterKeys either on or off)
15. Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (Switch High Contrast either on or off)
16. Left ALT+left SHIFT+NUM LOCK (Switch the MouseKeys either on or off)
17. SHIFT five times (Switch the StickyKeys either on or off)
18. NUM LOCK for five seconds (Switch the ToggleKeys either on or off)
19. Windows Logo +U (Open Utility Manager)
20. Windows Explorer Keyboard Shortcuts
21. END (Display the bottom of the active window)
22. HOME (Display the top of the active window)
23. NUM LOCK+Asterisk sign (*) (Display all of the subfolders that are under the selected folder)
24. NUM LOCK+Plus sign (+) (Display the contents of the selected folder)
MMC COnsole Windows Shortcut keys
1. SHIFT+F10 (Display the Action shortcut menu for the selected item)
2. F1 key (Open the Help topic, if any, for the selected item)
3. F5 key (Update the content of all console windows)
4. CTRL+F10 (Maximize the active console window)
5. CTRL+F5 (Restore the active console window)
6. ALT+ENTER (Display the Properties dialog box, if any, for theselected item)
7. F2 key (Rename the selected item)
8. CTRL+F4 (Close the active console window. When a console has only one console window, this shortcut closes the console)
Remote Desktop Connection Navigation
1. CTRL+ALT+END (Open the Microsoft Windows NT Security dialog box)
2. ALT+PAGE UP (Switch between programs from left to right)
3. ALT+PAGE DOWN (Switch between programs from right to left)
4. ALT+INSERT (Cycle through the programs in most recently used order)
5. ALT+HOME (Display the Start menu)
6. CTRL+ALT+BREAK (Switch the client computer between a window and a full screen)
7. ALT+DELETE (Display the Windows menu)
8. CTRL+ALT+Minus sign (-) (Place a snapshot of the active window in the client on the Terminal server clipboard and provide the same functionality as pressing PRINT SCREEN on a local computer.)
9. CTRL+ALT+Plus sign (+) (Place asnapshot of the entire client window area on the Terminal server clipboardand provide the same functionality aspressing ALT+PRINT SCREEN on a local computer.)
Microsoft Internet Explorer Keyboard Shortcuts
1. CTRL+B (Open the Organize Favorites dialog box)
2. CTRL+E (Open the Search bar)
3. CTRL+F (Start the Find utility)
4. CTRL+H (Open the History bar)
5. CTRL+I (Open the Favorites bar)
6. CTRL+L (Open the Open dialog box)
7. CTRL+N (Start another instance of the browser with the same Web address)
8. CTRL+O (Open the Open dialog box,the same as CTRL+L)
9. CTRL+P (Open the Print dialog box)
10. CTRL+R (Update the current Web )
SHARE IT WITH YOUR FRIENDS
Saturday, June 20, 2015
FUNGSI TOMBOL WINDOWS
1. Jika anda ingin meninggalkan meja anda seketika, anda boleh menekan tombol Windows dan tahan kemudian tekan L, dengan begini layar komputer anda akan terkunci dengan sendirinya, tidak perlu khuatir ada yang menyalahgunakan komputer anda.
2. Ketika mahu cari dokumen, kebanyakan anda akan akan membuka "my computer". Bagi professional, dia akan menekan tombol windows+E, dan anda akan terus masuk ke PC Manager.
3. Bos anda datang ketika anda bermain game! Bagaimana? Jangan gelabah! Terus tekan windows+D, anda akan terus masuk ke dekstop!
4. Trik – trik yang mewah, tekan windows +tab, layar anda akan menjadi 3D
5. Alat perakam di dalam windows. Tekan saja windows+R dan click psr.exe, setelah itu kamu boleh memulai rakaman.
6. Windows +R dan masukan osk, layar anda akan muncul keyboard virtual!
7. Gambar / tulisan di layar terlalu kecil, tekan windows ditambah "+" atau"-" ,dan kaca pembesar akan muncul di layar, kamu boleh memperbesar atau memperkecil gambar di layar!
8. Sekarang ini computer kita banyak program, contohnya ID, dan kita akan membuka banyak halaman di browser kita. Dengan ctrl+Tab, kamu boleh menukar halaman di browser. Dan tekan ctrl+w, kamu boleh serta-merta menutup halaman yang sedang dibuka.
9. Ctrl+Esc memunculkan layar Start
10. alt+space+c menutup halaman yang sedang dibuka.
Semoga Bermanfaat.
#copypaste
2. Ketika mahu cari dokumen, kebanyakan anda akan akan membuka "my computer". Bagi professional, dia akan menekan tombol windows+E, dan anda akan terus masuk ke PC Manager.
3. Bos anda datang ketika anda bermain game! Bagaimana? Jangan gelabah! Terus tekan windows+D, anda akan terus masuk ke dekstop!
4. Trik – trik yang mewah, tekan windows +tab, layar anda akan menjadi 3D
5. Alat perakam di dalam windows. Tekan saja windows+R dan click psr.exe, setelah itu kamu boleh memulai rakaman.
6. Windows +R dan masukan osk, layar anda akan muncul keyboard virtual!
7. Gambar / tulisan di layar terlalu kecil, tekan windows ditambah "+" atau"-" ,dan kaca pembesar akan muncul di layar, kamu boleh memperbesar atau memperkecil gambar di layar!
8. Sekarang ini computer kita banyak program, contohnya ID, dan kita akan membuka banyak halaman di browser kita. Dengan ctrl+Tab, kamu boleh menukar halaman di browser. Dan tekan ctrl+w, kamu boleh serta-merta menutup halaman yang sedang dibuka.
9. Ctrl+Esc memunculkan layar Start
10. alt+space+c menutup halaman yang sedang dibuka.
Semoga Bermanfaat.
#copypaste
Sunday, April 5, 2015
Kucing Kampung
Kucing kampung sering disebut sebagai kucing,
kerana jenis kucing ini adalah campuran dari berbagai ras kucing. Kucing ini (Felis catus-silvestrid)
telah hidup dengan manusia sejak 3500 tahun yang lalu. Orang-orang
Mesir kuno menggunakan kucing jenis ini untuk mengusir hama tikus dan haiwan perosak yang lain.
Berat kucing ini secara umum adalah sekitar 2,5 kg
sampai 7 kg, kecuali diberi makanan khusus, beratnya mampu menjangkau hingga 23 kg. Jika kucing ini dibela dengan rai usianya dapat menjangkau 15-20 tahun.
Kucing yang berkeliaran tanpa ada yang mengurus, mungkin dapat
hidup kurang dari 2 tahun.
Kemampuan kucing
Kucing kampung yang sering dijumpai, dan biasa tidur
sekitar 12-16 jam sehari. Kadang-kadang ada juga kucing tidur selama 20 jam
sehari. Meskipun seperti haiwan pemalas, dia adalah salah
satu Predator paling cekap. Ia mampu memburu beberapa ribu spesies berbanding harimau dan singa, yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 spesies haiwan.
Kucing mempunyai kemampuan untuk melindungi diri apabila jatuh dari tempat yang tinggi. Ini kerana kucing memiliki kecepatan terminal
atau kecepatan jatuh maksimum, yang adalah 60 batu per jam. Kucing mampu mengawal perengangan kaki bagi mengurangi impak apabila jatuh dari tempat yang tinggi.
Kucing juga termasuk dalam kategori haiwan yang mapu mengurus kebersihan diri. Air liur atau air ludah kucing yang dijilatkan ke dalam tubuh
mereka mampu membersihkan bulu-bulu. Dan kadang-kadang, ia juga mampu memuntahkan gulungan bulu (hairball yuck) dari dalam perut mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)





