Sunday, May 15, 2016

Dr Mahathir Mohamad Minta Sunni bertoleransi dengan Syiah

PREVIOUS_BROADCAST

Rabu, 16 September 2015 03:13

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, meminta majoriti Sunni di Malaysia untuk menerima Syiah sebagai sesama Muslim dan dengan demikian, dapat menghindari konflik sektarian yang telah memecah masyarakat di Timur Tengah.

Menurut laporan IRNA, dalam pidato pada Selasa (15/9/2015) malam di sebuah forum yang diselenggarakan oleh Isma di Shah Alam, Mahathir mengingatkan bahwa setiap individu yang mengucapkan dua kalimat syahadat, maka ia adalah seorang Muslim.

“Seseorang menjadi Muslim segera setelah ia bersaksi bahwa Allah adalah satu dan Muhammad adalah utusan-Nya. Sunni dan Syiah sama-sama mengucapkan dua kalimat syahadat,” tambahnya.

Dia mencatat bahwa Malaysia dengan majotiti Sunni terbebas dari perselisihan sektarian untuk waktu yang lama. Namun dia mengatakan situasi di negara ini telah berubah dalam beberapa tahun terakhir dengan kehadiran ekspatriat dari negara dengan mayoritas Syiah, seperti Iran.

Mahathir mengakui bahwa masih ada perdamaian di antara umat Islam di Malaysia, setidaknya dibandingkan dengan situasi daerah tertentu di Timur Tengah, dan ia mendesak untuk melestarikan perdamaian melalui toleransi dan menerima pandangan yang berbeda.

"Kita tidak punya hak untuk mengatakan seseorang bukan Muslim hanya kerana ia tidak terlihat seperti kita atau tidak berpakaian seperti kita," tegasnya.

Menyoroti pertikaian antara kelompok Syiah dan Sunni di dunia Muslim, Mahathir menegaskan bahwa mereka secara praktis memenuhi tujuan dari Zionis dan Amerika Syarikat.

"Zionis dan Amerika adalah orang-orang yang gembira atas perselisihan itu," katanya. (IRIB Indonesia/RM).

Nota: Berhati-hatilah kalian apabila didatangi oleh golongan Syiah yang mengatakan bahawa mereka pencinta Ahlul Bait dan cuba mengajak kalian untuk beriman dengan akidah Syiah. Kalian perlulah menasihati mereka supaya kembali kepada al-Quran dan as-Sunah dan bertaubat kepada Allah SWT kerana telah jelas bahawa ajaran Syiah bukan daripada ajaran Islam yang sebenarnya